Minggu, 17 November 2019
Minggu, 06 Oktober 2019
TUGAS MANAJEMEN PERKANTORAN
PENGELOLAAN PERALATAN DAN SUMBER DAYA KERJA
Kelompok 1
Nama kelompok:
1.
Injili Rorong
2. Armando R. Krey
3. Veronika Boseke
4. Rani Y. Roong
5. Juan W. Laiya
Sumber Daya Dalam Manajemen
Perkantoran.
Pada umumnya setiap organisasi
memiliki unsur-unsur manajemen yang terdiri dari manusia, uang. material,
mesin-mesin, metode dan pasar (Tool of Management) sebagai sumber daya
yang akan dikelola sumber daya tersebut. Secara rinci sumber daya dalam
manajemen perkantoran terdiri dari:
1. Pegawai Kantor
Yaitu para pegawai atau pejabat
yang hakikat tugasnya adalah mengolah informasi.
2. Biaya Kantor
Dalam melaksanakan pekerjaan
kantor tentu memerlukan biaya, baik untuk gaji, pembelian peralatan, maupun
biaya untuk keperluan lainnya.
3. Materiel Kantor, yang
terdiri dari:
a. Alat tulis kantor
Alat tulis kantor, antara lain
kertas, stensil sheet, karbon, pita mesin tulis dan sebagainya. Benda-benda
tersebut mempunyai kegunaan yang penting dalam proses penanganan informasi
sehingga perlu pengelolaan yang baik agar tidak terjadi pemborosan.
b. Perabot kantor
Hal yang termasuk sumber daya
ini antara lain lemari file, meja tulis, kursi dan lain-lain yang harus tepat
pengadaan dan penggunaannya dalam mengelola informasi.
c. Ruang kantor
Pekerjaan kantor tidak mungkin
dikerjakan di luar ruangan, kecuali dalam keadaan darurat atau untuk sementara.
Pada umumnya pekerjaan kantor perlu dikerjakan dalam ruangan yang memadai.
d. Mesin-mesin kantor
Termasuk dalam sumber daya ini
adalah mesin tulis, telex, mesin foto copy, komputer dan lain-lain.
e. Metoda kantor
Adalah cara
kerja dan prosedur dalam menangani informasi. Untuk menangani informasi yang
besar jumlahnya dan banyak macam ragamnya, cara kerja yang tepat dan prosedur
yang tidak berbelit-belit akan menunjang tercapainya tujuan manajemen
perkantoran.
f. Waktu khusus untuk
pegawai kantor
Dalam hal tertentu, misalnya
untuk suatu perusahaan yang tidak sepanjang hari menangani informasi maka perlu
pengaturan waktu sehingga sehari-harinya tersedia waktu khusus untuk menangani
informasi.
g. Pasar Dalam
hal tertentu untuk memasarkan hasil produksi dan keperluan lainnya.
MENGELOLA
SUMBER DAYA MANUSIA DAN HUBUNGAN TENAGA KERJA
A.
DASAR-DASAR
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA.
Manajemen
Sumber Daya Manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga
kerja secara efisien dan efektif sehingga tercapai tujuan bersama
perusahaan,karyawan dan masyarakat.
Fungsi operasional dalam Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan
basic pelaksanaan proses MSDM yang efisien dan efektif dalam pencapaian tujuan
organisasi/perusahaan.
1.
Kepentingan
stategis Manajemen SDM.
Peran strategis SDM dalam organisasi bisnis dapat dielaborasi dari
segi teori sumber daya, di mana fungsi perusahaan adalah mengerahkan seluruh
sumber daya atau kemampuan internal untuk menghadapi kepentingan pasar sebagai
faktor eksternal utama. Sumber daya sebagaimana disebutkan di atas, adalah SDM
strategis yang memberikan nilai tambah (added value) sebagai tolok ukur
keberhasilan bisnis.
Manajemen SDM memiliki Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab :
v Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation and
selection.
A. PERSIAPAN.
Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber
daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul.Yang
dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan/forecast akan pekerjaan yang
lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya. Ada dua faktor yang perlu
diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah
kebutuhan karyawan baru,struktur organisasi, departemen yang ada, dan
lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga
kerja, dan lain sebagainya.
B. REKRUTMEN TENAGA KERJA / RECRUITMENT.
Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat
pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi
kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperluka analisis
jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan / job description dan juga
spesifikasi pekerjaan / job specification.
C. SELEKSI TENAGA KERJA / SELECTION.
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja
yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang
perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat
hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar
dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal
memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat
terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan
proses seleksi lainnya.
v Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation.
Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus
menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Untuk itu
diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai
dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan
begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai
dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
Pelatihan ini bertujuan
untuk memperbaiki penguasaan berbagai ketrampilan dan tehnik pelaksanaan kerja
tertentu, terinci dan rutin dan Pengembangan bertujuan untuk memperbaiki dan
meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap dan kepribadian.
v Mempertahankan angkatan kerja yang efektif.
Pemeliharaan SDM dimaksudkan sebagai suatu kegiatan manajemen untuk
mempertahankan stamina SDM dalam melakukan pekerjaan dalam perusahaan. Dengan
demikian yang bersangkutan tidak mengalami gangguan selama melakukan tugas yang
diberikan kepadanya.
Faktor yang mendorong perlunya perusahaan melakukan pemeliharaan
sumber daya manusia adalah :
a.
Sumber daya
manusia merupakan modal utama perusahaan yang apabila tidak dipelihara dapat,
menimbulkan kerugian bagi perusahaan
b.
Sumber daya
manusia adalah manusia yang biasa yang mempunyai kelebihan, keterbatasan, emosi
dari perasaan yang mudah berubah dengan berubah-ubahnya lingkungan sekitar.
Sumber daya manusia yang kurang mendapat perhatian dan pemeliharaan
perusahaan akan menimbulkan keresahan, turunnya semangat dan kegairahan kerja,
merosotnya loyalitas dan prestasi yang bersangkutan.
Kegiatan
pemeliharaan terhadap SDM yang dilakukan perusahaan melakukan sasaran utama,
yaitu tetap bertahannya SDM dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya.
SDM akan terdorong tetap bekerja memberikan tenaganya, kemampuannya, pikirannya
dan waktunya bagi perusahaan. Kegiatan pemeliharaan sumber daya manusia secara
rinci untuk :
1.
Meningkatkan
loyalitas SDM terhadap perusahaan.
2.
Meningkatkan
motivasi dan disiplin kerja.
3.
Meningkatkan
semangat dan kegairahan kerja.
4.
Meningkatkan
rasa aman, bangga dan ketenangan jiwa SDM dalam melakukan pekerjaan.
5.
Meningkatkan
kinerja SDM.
6.
Menurunkan
tingkat kemangkiran SDM.
7.
Menurunkan
tingkat turn over SDM.
8.
Menciptakan
suasana hubungan kerja yang harmonis dan kebersamaan.
Penyusunan program kerja
ini harus didasarkan pada kondisi
nyata yang terdapat dalam perusahaan dan kemungkinan masa datang yang akan
dihadapi. Pada dasarnys pemeliharaan dapat dilakukan perusahaan dapat dibedakan
menjadi 3 macam, yaitu :
1. Pemeliharaan SDM yang
bersifat ekonomis
2. Pemeliharaan SDM yang
bersifat penyediaan fasilitas
3. Pemeliharaan SDM yang
berupa pemberian pelayanan
2.
karyawan
penting bagi peningkatan produktivitas.
Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam setiap
penyelenggaraan kegiatan perusahaan meskipun peran dan fungsi dari tenaga kerja
telah banyak digantikan dengan mesin-mesin industri. Tetapi pada kenyataannya
sampai saat ini tenaga kerja masih menjadi faktor yang penting dalam menentukan
jalannya proses produksi. Maka dari itu setiap perusahaan menghendaki agar
setiap tenaga kerja dapat bekerja secara efektif dan efisien.Rendahnya kualitas
tenaga kerja sangat berpengaruh terhadap pengembangan dan peningkatan produksi
dalam berbagai bidang. Hal tersebut dikarenakan tenaga kerja memegang peranan penting
dalam usaha untuk mencapai tujuan perusahaan.Suatu perusahaan yang mempunyai
tujuan untuk mengembangkan usahanya, mempertahankan hidup, dan menghasilkan
laba, maka produktivitas kerja karyawan sangat penting sebagai alat ukur
keberhasilan dalam menjalankan usaha. Keberhasilan suatu perusahaan tercermin
dari hasil kerja masing-masing individu dalam perusahaan, hasil kerja tersebut
akan berpengaruh pada produktivitas organisasi secara keseluruhan.Dengan
semakin meningkatnya produktivitas kerja karyawan diharapkan dapat berdampak
pada peningkatan kesejahteraan karyawan pada
perusahaan tersebut. Kenaikan
produktivitas tenaga kerja akan memberikan manfaat yang besar bagi tenaga
kerja, dunia usaha maupun pemerintah. Dari sisi tenaga kerja produktivitas yang
tinggi akan menambah jumlah upah yang diterima, bagi dunia usaha produktivitas
tenaga kerja memberikan manfaat untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan dan
bagi pemerintah dapat menaikkan pendapatan nasional.
Produktivitas kerja karyawan merupakan suatu akibat dari
persyaratan kerja yang harus dipenuhi oleh setiap karyawan. Persyaratan itu
adalah kesediaan karyawan untuk bekerja dengan penuh semangat dan tanggung
jawab. Seorang karyawan yang memenuhi prasyarat kerja adalah karyawan yang
dianggap mempunyai kemampuan, jasmani yang sehat, kecerdasan, dan
pendidikan tertentu dan telah memperoleh ketrampilan untuk melaksanakan tugas
yang bersangkutan dan memenuhi syarat yang
memuaskan dari segi kualitas dan kuantitas. Pada umumnya setiap
perusahaan dalam menjalankan usahanya tidak terlepas dari adanya masalah
produktivitas kerja karyawan.Selain pengalaman kerja dan upah, produktivitas
kerja karyawan juga dipengaruhi oleh disiplin kerja.Disiplin kerja yang tinggi
dari karyawan sangat diperlukan oleh suatu perusahaan dalam mencapai tujuan
secara optimal.
B.
Perencanaan
Sumber Daya Manusia.
. PENGERTIAN PERENCANAAN SDM
Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan
daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan sifatnya ditentukan oleh
keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh
keinginan untuk memenuhi kepuasannya.
Andrew E. Sikula (1981;145) mengemukakan bahwa:
“Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja
didefinisikan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti
mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berinteraksi dengan
rencana organisasi”.
Perencanaan sumber daya manusia melibatkan analisa pekerjaan dan
prediksi permintaan dan penawaran tenaga kerja.
Meramalkan permintaan dan Penawaran SDM di masa depan dengan cara
menilai trend penggunaan SDM di masa lalu, rencana organisasi di masa depan dan
tren ekonomi umum. Ramalan penjualan yang baik dapat menjadi dasar perhitungan
kebutuhan SDM.
v Analisis Pekerjaan.
A. Analisa pekerjaan (job analysis) adalah
- Suatu analisa sitematis terhadap pekerjaan-pekerjaan di dalam
suatu organisasi.
- Suatu pekerjaan adalah organisasi dari satuan kerja. Suatu
pekerjaan terdiri dari sekumpulan tugas, kewajiban, penugasan dan tanggung
jawab.
Analisa pekerjaan terdiri dari dua bagian yaitu:
1. Deskripsi pekerjaan (job description) merincikan tugas-tugas
suatu pekerjaan, lingkungan kerja, serta alat, bahan dan perlengkapan yang
digunakan dalam melakukan pekerjaan tersebut.
2. Spesifikasi pekerjaan (job spesification) merincikan
ketrampilan, kemampuan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan
tersebut.
Analisis pekerjaan dibuat agar dapat :
- Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang akan dikerjakan
- Menentukan persyaratan-persyaratan untuk mengukur prestasi
karyawan dan sistem penilaian kinerja yang berkaitan dengan pekerjaan
- Menetapkan tingkat kompensasi yang adil.
- Mengidentifikasi bahaya-bahaya yang potensial bagi keselamatan
kerja karyawan
- Mengidenifikasi informasi dasar tentang prosedir operasional.
- Menjelaskan batas-batas wewenang dan tanggung jawab.
- Menyediakan data yang diperlukan untuk mengembangkan sistem
klasifikasi pekerjaan.
B. Uraian Pekerjaan
adalah dekripsi tertulis tentang apa yang harus dikerjakan oleh
seorang dalam kaitannya dengan pekerjaan tertentu, misalnya:
- Nama pekerjaan
- Ciri-ciri yang khusus
- Tugas-tugas khusus yang harus dilaksanakan
- Hubungan pekerjaasn tersebut dengan pekerjaan lain
- Kecakapan, alat-alat dan perlengkapan yang digunakan serta
bagaimana menggunakannya.
- Material dan perbekalan yang digunakan
- Kecakapan fisik dan mental yang diperlukan
- Tugas-tugas dan tanggung jawab khusus yang diberikan kepada
pekerjaan tersebut.
C. Spesifikasi Pekerjaan
Spesifikasi pekerjaan menjelaskan kecakapan seseorang dan digunakan
sebagai persyaratan dalam merekrut tenaga kerja, sedangkan uraian pekerjaan
menjelaskan pekerjaan yang harus dilaksanakan.
Contoh spesifikasi pekerjaan
- Persyaratan fisik: kesehatan yang baik, tidak memakai kaca mata
- Pendidikan, pengetahuan dan keahlian
- Pengalaman kerja
- Bakat: harus mempunyai kemampuan untuk mempelajari dan tetap mengingat
petunjuk-petunjuk.
- Ciri-ciri pribadi: harus mempunyai emosi stabil, dan mampu
menyesuaikan diri pada keadaan yang berubah-ubah serta mampu bekerja secara
harmonis bersama rekan kerja.
D. Evaluasi Pekerjaan
adalah membandingkan suatu pekerjaan dengan pekerjaan yang lain
untuk menjamin bahwa pekerjaan tersebut dihargai secara adil. Evaluasi
pekerjaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan memberikan
nilai atau bobot kepada tiap bagian, kemudian dievaluasi menurut
komponen-komponennya seperti berdasarkan kecakapan kerja, tanggung jawab, upaya
dan lingkungan kerja.
v Menyesuaikan penawaran dan permintaan SDM.
Memprediksi permintaan akan berbagai jenis karyawan, sepertinya
bagian operasi dan perwakilan penjualan.Organisasi besar menggunakan modal yang
jauh lebih rumit untuk memprediksi kebutuhan SDM.
Peramalan penawaran tenaga kerja terdiri dari dua tugas yaitu :
1.
Meramalkan
penawaran internal ( internal supply ) yaitu jumlah dan jenis karyawan yang
akan berada di perusahaan pada satu waktu tertentu dan dimasa yang akan datang.
2.
Meramalkan
penawaran external ( external supply ) yaitu jumlah dan jenis orang akan
tersedia bagi proses rekrutmen dari semua pasar tenaga kerja.
Pendekatan yang
paling sederhana adalah semata mata menyesuaikan level susunan staff pada saat
ini untuk mengantisipasi perptaran dan promosi.Akan tetapi sekali lagi
organisassi yang besar menggunakan model yang sangat canggih unntuk membuat
ramalan tersebut.
Menyesuaikan penawaran dan permintaan SDM setelah membandingkan permintaan
mendatang dan internal.manajer dapat membuat rencana untukmengelola kekurangan
atau surflus staff yang telah diprediksi.Apabila diprediksi akan terjadi
kekurangan,karyawan baru dapat dipekerjakan,karyawan lama dapat di latih
kembali dan di pindahkan kembali dan dipindahkan ke pekerjaan yang kekurangan
tenaga kerja,orang orang yang mendekati masa pensiun dapat diyakinkan untuk
tetap bekerja,atau sistem penghematan penggunaan tenaga kerja (labor-seving)
dan sistem peningkatan produktifitas dapat diterapkan.
Apabila organisasi harus melalukan rekrutmen,peramalan penawaran
tenaga kerja eksternal dapat membantu manajer merencanakan cara merekrut sesuai
dengan ketersediaan atau jeenis kelangkaan jenis orang yang diperlukan dipasar
tenaga kerja.Pengunaan pekerja sementara juga membantu para manajer menyusun
staff dengan cara memberikan kepada mereka fleksibilitas ekstra. Apabila staff
berlebih diperkirakan akan menimbulkan masalah,pilihan utamanya adalah
memindahkan kelebihan karyawan,tidak menggant orang-orang yang keluar,mendorong
peensiun dini,dan memecat karyawan.
Minggu, 15 September 2019
Tugas Manajemen perkantoran
PENGELOLAAN PERALATAN DAN SUMBER DAYA KERJA
A. Sumber daya dalam Manajemen perkantoran
Pada umumnya setiap organisasi
memiliki unsur-unsur manajemen yang terdiri dari manusia, uang. material,
mesin-mesin, metode dan pasar (Tool of Management) sebagai sumber daya
yang akan dikelola sumber daya tersebut. Secara rinci sumber daya dalam
manajemen perkantoran terdiri dari:
1. Pegawai Kantor
Yaitu para pegawai atau pejabat
yang hakikat tugasnya adalah mengolah informasi.
2. Biaya Kantor
Dalam melaksanakan pekerjaan
kantor tentu memerlukan biaya, baik untuk gaji, pembelian peralatan, maupun
biaya untuk keperluan lainnya.
3. Materiel Kantor, yang
terdiri dari:
a. Alat tulis kantor
Alat tulis kantor, antara lain
kertas, stensil sheet, karbon, pita mesin tulis dan sebagainya. Benda-benda
tersebut mempunyai kegunaan yang penting dalam proses penanganan informasi
sehingga perlu pengelolaan yang baik agar tidak terjadi pemborosan.
b. Perabot kantor
Hal yang termasuk sumber daya
ini antara lain lemari file, meja tulis, kursi dan lain-lain yang harus tepat
pengadaan dan penggunaannya dalam mengelola informasi.
c. Ruang kantor
Pekerjaan kantor tidak mungkin
dikerjakan di luar ruangan, kecuali dalam keadaan darurat atau untuk sementara.
Pada umumnya pekerjaan kantor perlu dikerjakan dalam ruangan yang memadai.
d. Mesin-mesin kantor
Termasuk dalam sumber daya ini
adalah mesin tulis, telex, mesin foto copy, komputer dan lain-lain.
e. Metoda kantor
Adalah cara
kerja dan prosedur dalam menangani informasi. Untuk menangani informasi yang
besar jumlahnya dan banyak macam ragamnya, cara kerja yang tepat dan prosedur
yang tidak berbelit-belit akan menunjang tercapainya tujuan manajemen
perkantoran.
f. Waktu khusus untuk
pegawai kantor
Dalam hal tertentu, misalnya
untuk suatu perusahaan yang tidak sepanjang hari menangani informasi maka perlu
pengaturan waktu sehingga sehari-harinya tersedia waktu khusus untuk menangani
informasi.
g. Pasar Dalam
hal tertentu untuk memasarkan hasil produksi dan keperluan lainnya.
B. MENGELOLA
SUMBER DAYA MANUSIA DAN HUBUNGAN TENAGA KERJA
A.
DASAR-DASAR
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA.
Manajemen
Sumber Daya Manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga
kerja secara efisien dan efektif sehingga tercapai tujuan bersama
perusahaan,karyawan dan masyarakat.
Fungsi operasional dalam Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan
basic pelaksanaan proses MSDM yang efisien dan efektif dalam pencapaian tujuan
organisasi/perusahaan.
1.
Kepentingan
stategis Manajemen SDM.
Peran strategis SDM dalam organisasi bisnis dapat dielaborasi dari
segi teori sumber daya, di mana fungsi perusahaan adalah mengerahkan seluruh
sumber daya atau kemampuan internal untuk menghadapi kepentingan pasar sebagai
faktor eksternal utama. Sumber daya sebagaimana disebutkan di atas, adalah SDM
strategis yang memberikan nilai tambah (added value) sebagai tolok ukur
keberhasilan bisnis.
Manajemen SDM memiliki Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab :
v Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation and
selection.
A. PERSIAPAN.
Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber
daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul.Yang
dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan/forecast akan pekerjaan yang
lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya. Ada dua faktor yang perlu
diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah
kebutuhan karyawan baru,struktur organisasi, departemen yang ada, dan
lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga
kerja, dan lain sebagainya.
B. REKRUTMEN TENAGA KERJA / RECRUITMENT.
Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat
pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi
kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperluka analisis
jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan / job description dan juga
spesifikasi pekerjaan / job specification.
C. SELEKSI TENAGA KERJA / SELECTION.
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja
yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang
perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat
hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar
dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal
memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat
terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan
proses seleksi lainnya.
v Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation.
Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus
menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Untuk itu
diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai
dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan
begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai
dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
Pelatihan ini bertujuan
untuk memperbaiki penguasaan berbagai ketrampilan dan tehnik pelaksanaan kerja
tertentu, terinci dan rutin dan Pengembangan bertujuan untuk memperbaiki dan
meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap dan kepribadian.
v Mempertahankan angkatan kerja yang efektif.
Pemeliharaan SDM dimaksudkan sebagai suatu kegiatan manajemen untuk
mempertahankan stamina SDM dalam melakukan pekerjaan dalam perusahaan. Dengan
demikian yang bersangkutan tidak mengalami gangguan selama melakukan tugas yang
diberikan kepadanya.
Faktor yang mendorong perlunya perusahaan melakukan pemeliharaan
sumber daya manusia adalah :
a.
Sumber daya
manusia merupakan modal utama perusahaan yang apabila tidak dipelihara dapat,
menimbulkan kerugian bagi perusahaan
b.
Sumber daya
manusia adalah manusia yang biasa yang mempunyai kelebihan, keterbatasan, emosi
dari perasaan yang mudah berubah dengan berubah-ubahnya lingkungan sekitar.
Sumber daya manusia yang kurang mendapat perhatian dan pemeliharaan
perusahaan akan menimbulkan keresahan, turunnya semangat dan kegairahan kerja,
merosotnya loyalitas dan prestasi yang bersangkutan.
Kegiatan
pemeliharaan terhadap SDM yang dilakukan perusahaan melakukan sasaran utama,
yaitu tetap bertahannya SDM dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya.
SDM akan terdorong tetap bekerja memberikan tenaganya, kemampuannya, pikirannya
dan waktunya bagi perusahaan. Kegiatan pemeliharaan sumber daya manusia secara
rinci untuk :
1.
Meningkatkan
loyalitas SDM terhadap perusahaan.
2.
Meningkatkan
motivasi dan disiplin kerja.
3.
Meningkatkan
semangat dan kegairahan kerja.
4.
Meningkatkan
rasa aman, bangga dan ketenangan jiwa SDM dalam melakukan pekerjaan.
5.
Meningkatkan
kinerja SDM.
6.
Menurunkan
tingkat kemangkiran SDM.
7.
Menurunkan
tingkat turn over SDM.
8.
Menciptakan
suasana hubungan kerja yang harmonis dan kebersamaan.
Penyusunan program kerja
ini harus didasarkan pada kondisi
nyata yang terdapat dalam perusahaan dan kemungkinan masa datang yang akan
dihadapi. Pada dasarnys pemeliharaan dapat dilakukan perusahaan dapat dibedakan
menjadi 3 macam, yaitu :
1. Pemeliharaan SDM yang
bersifat ekonomis
2. Pemeliharaan SDM yang
bersifat penyediaan fasilitas
3. Pemeliharaan SDM yang
berupa pemberian pelayanan
2.
karyawan
penting bagi peningkatan produktivitas.
Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam setiap
penyelenggaraan kegiatan perusahaan meskipun peran dan fungsi dari tenaga kerja
telah banyak digantikan dengan mesin-mesin industri. Tetapi pada kenyataannya
sampai saat ini tenaga kerja masih menjadi faktor yang penting dalam menentukan
jalannya proses produksi. Maka dari itu setiap perusahaan menghendaki agar
setiap tenaga kerja dapat bekerja secara efektif dan efisien.Rendahnya kualitas
tenaga kerja sangat berpengaruh terhadap pengembangan dan peningkatan produksi
dalam berbagai bidang. Hal tersebut dikarenakan tenaga kerja memegang peranan penting
dalam usaha untuk mencapai tujuan perusahaan.Suatu perusahaan yang mempunyai
tujuan untuk mengembangkan usahanya, mempertahankan hidup, dan menghasilkan
laba, maka produktivitas kerja karyawan sangat penting sebagai alat ukur
keberhasilan dalam menjalankan usaha. Keberhasilan suatu perusahaan tercermin
dari hasil kerja masing-masing individu dalam perusahaan, hasil kerja tersebut
akan berpengaruh pada produktivitas organisasi secara keseluruhan.Dengan
semakin meningkatnya produktivitas kerja karyawan diharapkan dapat berdampak
pada peningkatan kesejahteraan karyawan pada
perusahaan tersebut. Kenaikan
produktivitas tenaga kerja akan memberikan manfaat yang besar bagi tenaga
kerja, dunia usaha maupun pemerintah. Dari sisi tenaga kerja produktivitas yang
tinggi akan menambah jumlah upah yang diterima, bagi dunia usaha produktivitas
tenaga kerja memberikan manfaat untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan dan
bagi pemerintah dapat menaikkan pendapatan nasional.
Produktivitas kerja karyawan merupakan suatu akibat dari
persyaratan kerja yang harus dipenuhi oleh setiap karyawan. Persyaratan itu
adalah kesediaan karyawan untuk bekerja dengan penuh semangat dan tanggung
jawab. Seorang karyawan yang memenuhi prasyarat kerja adalah karyawan yang
dianggap mempunyai kemampuan, jasmani yang sehat, kecerdasan, dan
pendidikan tertentu dan telah memperoleh ketrampilan untuk melaksanakan tugas
yang bersangkutan dan memenuhi syarat yang
memuaskan dari segi kualitas dan kuantitas. Pada umumnya setiap
perusahaan dalam menjalankan usahanya tidak terlepas dari adanya masalah
produktivitas kerja karyawan.Selain pengalaman kerja dan upah, produktivitas
kerja karyawan juga dipengaruhi oleh disiplin kerja.Disiplin kerja yang tinggi
dari karyawan sangat diperlukan oleh suatu perusahaan dalam mencapai tujuan
secara optimal.
B.
Perencanaan
Sumber Daya Manusia.
. PENGERTIAN PERENCANAAN SDM
Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan
daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan sifatnya ditentukan oleh
keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh
keinginan untuk memenuhi kepuasannya.
Andrew E. Sikula (1981;145) mengemukakan bahwa:
“Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja
didefinisikan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti
mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berinteraksi dengan
rencana organisasi”.
Perencanaan sumber daya manusia melibatkan analisa pekerjaan dan
prediksi permintaan dan penawaran tenaga kerja.
Meramalkan permintaan dan Penawaran SDM di masa depan dengan cara
menilai trend penggunaan SDM di masa lalu, rencana organisasi di masa depan dan
tren ekonomi umum. Ramalan penjualan yang baik dapat menjadi dasar perhitungan
kebutuhan SDM.
v Analisis Pekerjaan.
A. Analisa pekerjaan (job analysis) adalah
- Suatu analisa sitematis terhadap pekerjaan-pekerjaan di dalam
suatu organisasi.
- Suatu pekerjaan adalah organisasi dari satuan kerja. Suatu
pekerjaan terdiri dari sekumpulan tugas, kewajiban, penugasan dan tanggung
jawab.
Analisa pekerjaan terdiri dari dua bagian yaitu:
1. Deskripsi pekerjaan (job description) merincikan tugas-tugas
suatu pekerjaan, lingkungan kerja, serta alat, bahan dan perlengkapan yang
digunakan dalam melakukan pekerjaan tersebut.
2. Spesifikasi pekerjaan (job spesification) merincikan
ketrampilan, kemampuan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan
tersebut.
Analisis pekerjaan dibuat agar dapat :
- Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang akan dikerjakan
- Menentukan persyaratan-persyaratan untuk mengukur prestasi
karyawan dan sistem penilaian kinerja yang berkaitan dengan pekerjaan
- Menetapkan tingkat kompensasi yang adil.
- Mengidentifikasi bahaya-bahaya yang potensial bagi keselamatan
kerja karyawan
- Mengidenifikasi informasi dasar tentang prosedir operasional.
- Menjelaskan batas-batas wewenang dan tanggung jawab.
- Menyediakan data yang diperlukan untuk mengembangkan sistem
klasifikasi pekerjaan.
B. Uraian Pekerjaan
adalah dekripsi tertulis tentang apa yang harus dikerjakan oleh
seorang dalam kaitannya dengan pekerjaan tertentu, misalnya:
- Nama pekerjaan
- Ciri-ciri yang khusus
- Tugas-tugas khusus yang harus dilaksanakan
- Hubungan pekerjaasn tersebut dengan pekerjaan lain
- Kecakapan, alat-alat dan perlengkapan yang digunakan serta
bagaimana menggunakannya.
- Material dan perbekalan yang digunakan
- Kecakapan fisik dan mental yang diperlukan
- Tugas-tugas dan tanggung jawab khusus yang diberikan kepada
pekerjaan tersebut.
C. Spesifikasi Pekerjaan
Spesifikasi pekerjaan menjelaskan kecakapan seseorang dan digunakan
sebagai persyaratan dalam merekrut tenaga kerja, sedangkan uraian pekerjaan
menjelaskan pekerjaan yang harus dilaksanakan.
Contoh spesifikasi pekerjaan
- Persyaratan fisik: kesehatan yang baik, tidak memakai kaca mata
- Pendidikan, pengetahuan dan keahlian
- Pengalaman kerja
- Bakat: harus mempunyai kemampuan untuk mempelajari dan tetap mengingat
petunjuk-petunjuk.
- Ciri-ciri pribadi: harus mempunyai emosi stabil, dan mampu
menyesuaikan diri pada keadaan yang berubah-ubah serta mampu bekerja secara
harmonis bersama rekan kerja.
D. Evaluasi Pekerjaan
adalah membandingkan suatu pekerjaan dengan pekerjaan yang lain
untuk menjamin bahwa pekerjaan tersebut dihargai secara adil. Evaluasi
pekerjaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan memberikan
nilai atau bobot kepada tiap bagian, kemudian dievaluasi menurut
komponen-komponennya seperti berdasarkan kecakapan kerja, tanggung jawab, upaya
dan lingkungan kerja.
v Menyesuaikan penawaran dan permintaan SDM.
Memprediksi permintaan akan berbagai jenis karyawan, sepertinya
bagian operasi dan perwakilan penjualan.Organisasi besar menggunakan modal yang
jauh lebih rumit untuk memprediksi kebutuhan SDM.
Peramalan penawaran tenaga kerja terdiri dari dua tugas yaitu :
1.
Meramalkan
penawaran internal ( internal supply ) yaitu jumlah dan jenis karyawan yang
akan berada di perusahaan pada satu waktu tertentu dan dimasa yang akan datang.
2.
Meramalkan
penawaran external ( external supply ) yaitu jumlah dan jenis orang akan
tersedia bagi proses rekrutmen dari semua pasar tenaga kerja.
Pendekatan yang
paling sederhana adalah semata mata menyesuaikan level susunan staff pada saat
ini untuk mengantisipasi perptaran dan promosi.Akan tetapi sekali lagi
organisassi yang besar menggunakan model yang sangat canggih unntuk membuat
ramalan tersebut.
Menyesuaikan penawaran dan permintaan SDM setelah membandingkan permintaan
mendatang dan internal.manajer dapat membuat rencana untukmengelola kekurangan
atau surflus staff yang telah diprediksi.Apabila diprediksi akan terjadi
kekurangan,karyawan baru dapat dipekerjakan,karyawan lama dapat di latih
kembali dan di pindahkan kembali dan dipindahkan ke pekerjaan yang kekurangan
tenaga kerja,orang orang yang mendekati masa pensiun dapat diyakinkan untuk
tetap bekerja,atau sistem penghematan penggunaan tenaga kerja (labor-seving)
dan sistem peningkatan produktifitas dapat diterapkan.
Apabila organisasi harus melalukan rekrutmen,peramalan penawaran
tenaga kerja eksternal dapat membantu manajer merencanakan cara merekrut sesuai
dengan ketersediaan atau jenis kelangkaan jenis orang yang diperlukan dipasar
tenaga kerja.Pengunaan pekerja sementara juga membantu para manajer menyusun
staff dengan cara memberikan kepada mereka fleksibilitas ekstra. Apabila staff
berlebih diperkirakan akan menimbulkan masalah,pilihan utamanya adalah
memindahkan kelebihan karyawan,tidak menggant orang-orang yang keluar,mendorong
peensiun dini,dan memecat karyawan.
Langganan:
Postingan (Atom)
